Rencana
Pelaksanaan Pembelajaran
(RPP)
Satuan
pendidikan : SMAN 1 Gunung Tuleh
Mata Pelajaran :
Biologi
Kelas/ Semester :
XI/II
Tahun Pelajaran :2017/2018
Pokok Bahasan :
Sistem pertahanan tubuh ( sistem imun)
Waktu :1
x 45 menit (1 X Pertemuan)
A.
Kompetensi
Inti dan Kompetensi Dasar
Kompetensi
Inti
|
Kompetensi
Dasar
|
KI 1 : Menghayati dan mengamalkan
ajaran agama yang dianutnya.
|
3.14. Mengaplikasikan
pemahaman tentang prinsip – prinsip sistem imun untuk meningkatkan kualitas
hidup manusia dengan kekebalan yang dimilikinya melalui program imunisasi
sehingga dapat terjaga.
|
KI 2 : Menghayati dan mengamalkan
prilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli ( gotong royong, kerja sama,
toleran, damai ), santun, responsif, dan proaktif dan menunjukkan sikap
sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi
secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri
sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
|
|
KI 3 : Memahami, menerapkan dan
menganalisis pengetahuan, faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif
berdasarkan rasa ingin tahunya tentang seni, budaya , dan humariora dengan
wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab
fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural bidang kajian
yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
|
|
KI 4 : Mengolah, menalar, dan menyaji
dalam ranah kongkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang
dipelajarinya di sekolah secara mandiri, bertindak secara efektif dan kreatif
serta mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan.
|
B.
Indikator
Pencapaian dan Tujuan pembelajaran
Indikator
Pencapaian Kompetensi
|
Tujuan
Pembelajaran
|
3.14.1. Menjelaskan
fungsi sistem pertahanan tubuh
|
1.Siswa
mampu menjelaskan pengertian sistem immun melalui buku pegangan siswa dan LDS
|
3.14.2. Menjelaskan
perbedaan antigen dan antibodi
|
2.Siswa mampu menjelaskan fungsi
dari sistem immun melalui buku pegangan siswa dan LDS
|
3.14.3. Menjelaskan
macam – macam antigen dan antibodi
|
3. Siswa mampu
menjelaskan perbedaan antigen dan antibodi melalui buku pegangan siswa
dan LDS.
|
4. Siswa mampu
menyebutkan macam – macam antigen dan antibodi melalui buku pegangan siswa
dan LDS.
|
C.
Materi
Mekanisme Pembentukan
Kekebalan Tubuh
Apabila tubuh mendapatkan
serangan dari benda asing maupun infeksi mikroorganisme (kuman penyakit,
bakteri, jamur, atau virus) maka sistem kekebalan tubuh akan berperan dalam
melindungi tubuh dari bahaya akibat serangan tersebut. Ada beberapa macam
imunitas yang dibedakan berdasarkan cara mempertahankan dan berdasarkan cara
memperolehnya. Berdasarkan cara mempertahankan diri dari penyakit, imunitas
dibedakan menjadi dua, yaitu imunitas nonspesifik dan imunitas spesifik. Adapun
berdasarkan cara memperolehnya dibedakan menjadi kekebalan aktif dan kekebalan
pasif. Berikut ini akan dibahas jenis-jenis kekebalan satu persatu dan proses
pembentukan antibodi.
1. Imunitas Nonspesifik
Pertahanan tubuh terhadap
serangan (infeksi) oleh mikroorganisme telah dilakukan sejak dari permukaan
luar tubuh yaitu kulit dan pada permukaan organ-organ dalam. Tubuh dapat
melindungi diri tanpa harus terlebih dulu mengenali atau menentukan identitas organisme
penyerang. Imunitas nonspesifik didapat melalui tiga cara berikut.
a. Pertahanan yang Terdapat
di Permukaan Organ Tubuh
Tubuh memiliki daerah-daerah
yang rawan terinfeksi oleh kuman penyakit berupa mikroorganisme, yaitu daerah
saluran pernapasan dan saluran pencernaan. Saluran
pencernaan setiap hari
dilewati oleh berbagai macam makanan dan air yang diminum. Makanan tersebut
tidak selalu terbebas dari kuman penyakit baik berupa jamur maupun bakteri
sehingga terinfeksi melalui saluran pencernaan kemungkinannya tinggi.
b. Pertahanan dengan Cara
Menimbulkan Peradangan (Inflamatori)
Mikroorganisme yang telah
berhasil melewati pertahanan di bagian permukaan organ dapat menginfeksi
sel-sel dalam organ. Tubuh akan melakukan perlindungan dan pertahanan dengan
memberi tanda secara kimiawi yaitu dengan cara sel terinfeksi mengeluarkan
senyawa kimia histamin dan prostaglandin. Senyawa kimia ini akan menyebabkan
pelebaran pada pembuluh darah di daerah yang terinfeksi. Hal ini akan menaikkan
aliran darah ke daerah yang terkena infeksi. Akibatnya daerah terinfeksi
menjadi berwarna kemerahan dan terasa lebih hangat. Apabila kulit mengalami
luka akan terjadi peradangan yang ditandai dengan memar, nyeri, bengkak, dan
meningkatnya suhu tubuh. Jika luka ini menyebabkan pembuluh darah robek maka
mastosit akan menghasilkan bradikinin dan histamin. Bradikinin dan histamin ini
akan merangsang ujung saraf sehingga pembuluh darah dapat semakin melebar dan
bersifat permeabel. Kenaikan permeabilitas kapiler darah menyebabkan neutrofil
berpindah dari darah ke cairan luar sel. Neutrofil ini
akan
menyerang bakteri yang menginfeksi sel. Selanjutnya, neutrofil dan monosit
berkumpul di tempat yang terluka dan mendesak hingga menembus dinding kapiler.
Setelah itu, neutrofil mulai memakan bakteri dan monosit berubah menjadi
makrofag (sel yang berukuran besar). Makrofag berfungsi fagositosis dan
merangsang pembentukan jenis sel darah putih yang lain
1) Jaringan mengalami luka, kemudian mengeluarkan tanda berupa
senyawa kimia yaitu histamin dan senyawa kimia lainnya.
2) Terjadi pelebaran pembuluh darah (vasodilatasi) yang
menyebabkan bertambahnya aliran darah, menaikkan permeabilitas pembuluh darah.
Selanjutnya terjadi perpindahan sel-sel fagosit.
3) Sel-sel fagosit (makrofag dan neutrofil) memakan patogen.
Sinyal kimia yang dihasilkan oleh jaringan yang luka akan
menyebabkan ujung saraf mengirimkan sinyal ke sistem saraf. Histamin berperan
dalam proses pelebaran pembuluh darah. Makrofag disebut juga big eaters karena
berukuran besar, mempunyai bentuk tidak beraturan, dan membunuh bakteri dengan
cara memakannya. Anda dapat mengingat kembali cara makan amoeba, seperti itulah
cara makrofag memakan bakteri.
Bakteri
yang sudah berada di dalam makrofag kemudian dihancurkan dengan enzim lisosom.
Makrofag ini juga bertugas untuk mengatasi infeksi virus dan partikel debu yang
berada di dalam paru-paru. Sebenarnya di dalam tubuh keberadaan makrofag ini
sedikit, tetapi memiliki peran sangat penting. Setelah infeksi tertanggulangi,
beberapa neutrofil akhirnya mati seiring dengan matinya jaringan sel dan
bakteri. Setelah ini sel-sel yang masih hidup membentuk nanah. Terbentuknya
nanah ini merupakan indikator bahwa infeksi telah sembuh. Jadi reaksi
inflamatori ini sebagai sinyal adanya bahaya dan sebagai perintah agar sel
darah putih memakan bakteri yang menginfeksi tubuh. Selain sel monosit yang
berubah
c. Pertahanan Menggunakan Protein Pelindung
Jenis protein ini mampu menghasilkan respons kekebalan, di
antaranya adalah komplemen. Komplemen ini dapat melekat pada bakteri
penginfeksi. Setelah itu, komplemen menyerang membran bakteri dengan membentuk
lubang pada dinding sel dan membran
plasmanya. Hal ini menyebabkan ion-ion
Ca+ keluar dari sel bakteri, sedangkan cairan serta garam-garam dari luar sel
bakteri akan masuk ke dalam tubuh bakteri. Masuknya cairan dan garam ini
menyebabkan sel bakteri hancur. Mekanisme penghancuran bakteri oleh protein
2.
Imunitas Spesifik
Imunitas
spesifik diperlukan untuk melawan antigen dari imunitas nonspesifik. Antigen
merupakan substansi berupa protein dan polisakarida yang mampu merangsang
munculnya sistem kekebalan tubuh (antibodi). Mikrobia yang sering menginfeksi
tubuh juga mempunyai antigen. Selain itu, antigen ini juga dapat berasal dari
sel asing atau sel kanker.
a. Cara Mendapatkan Antibodi
Berdasarkan cara mendapatkan imun atau kekebalan, dikenal dua
macam kekebalan, yaitu kekebalan aktif dan pasif.
1) Kekebalan Aktif
Kekebalan
aktif terjadi jika seseorang kebal terhadap suatu penyakit setelah diberikan
vaksinasi dengan suatu bibit penyakit. Jika kekebalan itu diperoleh setelah
orang mengalami sakit karena infeksi suatu kuman penyakit maka disebut
kekebalan aktif alami.
2)
Kekebalan Pasif
Setiap antigen memiliki permukaan molekul
yang unik dan dapat menstimulasi pembentukan berbagai tipe antibodi. Sistem
imun dapat merespon berjuta-juta jenis dari mikroorganisme atau benda asing.
Bayi dapat memperoleh kekebalan (antibodi) dari ibunya pada saat masih berada
di dalam kandungan. Sehingga bayi tersebut memiliki sistem kekebalan terhadap
penyakit seperti kekebalan yang dimiliki ibunya. Kekebalan pasif setelah lahir
yaitu jika bayi terhindar dari penyakit setelah dilakukan suntikan dengan serum
yang mengandung antibodi, misanya ATS (Anti Tetanus Serum). Sistem kekebalan
tubuh yang diperoleh bayi sebelum lahir belum bisa beroperasi secara penuh,
tetapi tubuh masih bergantung pada sistem kekebalan pada ibunya. Imunitas pasif
hanya berlangsung beberapa hari atau beberapa minggu saja.
b. Struktur Antibodi
Setiap molekul antibodi terdiri dari dua rantai polipeptida yang
identik, terdiri dari rantai berat dan rantai ringan. Struktur yang identik
menyebabkan rantai-rantai polipeptida membentuk bayangan kaca terhadap
sesamanya. Empat rantai pada molekul antibodi
dihubungkan satu sama lain dengan ikatan disulfida (–s–s–)
membentuk molekul bentuk Y. Dengan membandingkan deretan asam amino dari
molekul-molekul antibodi yang berbeda,
menunjukkan bahwa spesifikasi antigen- antibodi berada pada dua
lengan dari Y. Sementara cabang dari Y menentukan peran antibodi dalam respon
imun. Struktur antibodi dapat Anda amati pada Gambar 11.6 di samping ini untuk
memudahkan dalam membayangkan bentuk antibodi.
c. Cara Kerja Antibodi
Cara kerja antibodi dalam mengikat antigen ada empat macam.
Prinsipnya adalah terjadi pengikatan antigen oleh antibodi, yang selanjutnya
antigen yang telah diikat antibodi akan dimakan oleh sel makrofag. Berikut ini
adalah cara pengikatan antigen oleh antibodi.
1) Netralisasi
Antibodi menonaktifkan antigen dengan cara memblok bagian tertentu
antigen. Antibodi juga menetralisasi virus dengan cara mengikat bagian tertentu
virus pada sel inang. Dengan terjadinya netralisasi maka efek merugikan dari
antigen atau toksik dari patogen dapat dikurangi.
2) Penggumpalan
Penggumpalan partikel-partikel antigen dapat dilakukan karena
struktur antibodi yang memungkinkan untuk melakukan pengikatan lebih dari satu
antigen. Molekul antibodi memiliki sedikitnya dua tempat pengikatan antigen
yang dapat bergabung dengan antigen-antigen yang berdekatan. Gumpalan atau
kumpulan bakteri akan memudahkan sel fagositik (makrofag) untuk menangkap dan
memakan bakteri secara cepat.
3) Pengendapan
Prinsip pengendapan hampir sama dengan penggumpalan, tetapi pada
pengendapan antigen yang dituju berupa antigen yang larut. Pengikatan
antigen-antigen tersebut membuatnya dapat diendapkan, sehingga selsel makrofag
mudah dalam menangkapnya.
4) Aktifasi
D. Metode pembelajaran
Pendekatan :
Discovery
Model
: Discovery
Learning
Metode
: Ceramah,
diskusi, tanya jawab
E. Media
LDS dan power point
F. Sumber/bahan
Buku Biologi Irnaningtyas.
2013. Biologi Untuk SMA/ MA Kelas XI.
Jakarta: Erlangga, Internet, LDS dan Power Point.
Kegiatan
|
Deskripsi
|
Alokasi Waktu
|
A. Pendahuluan
|
1.
Guru masuk dan memberi salam
2. Guru memeriksa kesiapan tempat
pembelajaran baik itu kebersihan maupun kenyamanan
3. Guru menyuruh ketua kelas untuk memimpin
do’a
4.
Guru mengcek kehadiran siswa
5. Guru melakukan apersepsi yaitu menanyakan
kepada siswa tentang materi sebelumnya yaitu apa yang dimaksud dengan rantai
makanan dan jaring-jaring makanan
6. Guru melakukan motivasi: setelah mengajar
materi ini, kalian akan mengetahui kenapa oksigen, air tidak pernah habis di
bumi ini.
7. Guru menuliskan judul materi pelajaran dan
tujuan pembelajaran
8.Guru menjelaskan tahap/langkah model
pembelajaran discovery learning
disertai video dalam proses pembelajaran.
|
8 menit
|
B. Kegiatan Inti
|
1. Guru membagi siswa dalam beberapa kelompok
yang beranggotakan 5-6 orang
2. Guru
memberikan 1 lembar double folio untuk masing-masing kelompok untuk
menuliskan pertanyaan dan jawaban
3. Stimulation
Guru
memberi stimulus/ rangsangan ke siswa dengan menampilkan video pembelajaran
yang berkaitan dengan materi sistem imun
|
5
menit
|
4. Problem statement
Guru
meminta siswa untuk mengidentifikasi masalah sebanyak mungkin yang relevan
dengan bahan pelajaran yang didapat dari tayangan video, kemudian salah
satunya dipilih yang sesuai dengan tujuan pembelajaran, dan dirumuskan dalam
bentuk hipotesis.
|
5 menit
|
|
5. Data collection
Guru
memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengumpulkan informasi melalui LDS
yang dibagikan
|
5
menit
|
|
6. Data processing
Guru
membimbing siswa dalam mengolah data dan informasi yang didapatkan dan siswa
mendiskusikannya dengan kelompoknya
|
3 menit
|
|
7. Verification
Guru
meminta siswa untuk memeriksa kembali jawaban untuk membuktikan benar atau
tidaknya hipotesis yang telah ditetapkan, yang didapatkannya dari hasil
diskusi kelompok.
|
4
menit
|
|
8. Generalization
Guru menyuruh
siswa untuk mempresentasikan hasil temuannya dan guru memberikan penegasan
terhadap jawaban siswa. Setelah presentasi kelompok selesai, guru meminta
siswa untuk membuat kesimpulan hasil diskusi kelas dan memperbaiki jika ada
yang salah/ kurang dari hasil jawaban yang dibuat sebelumnya.
9.
Guru memberikan lembar penilaian diri dan teman sejawat kepada masing-masing
siswa, jika telah selesai dikumpulkan lagi ke guru
|
8
menit
|
|
C. Penutup
|
1.
Guru meminta siswa untuk menyimpulkan materi pelajaran yang telah
dibahas
2.
Guru memberikan kuis
3.
Guru menanamkan nilai sikap ke siswa yang berhubungan dengan
materi pelajaran yang diajarkan yaitu tumbuhan adalah paru-paru dunia, jadi
kita harus menjaga ekosistem hutan agar oksigen yang kita hirup juga sehat.
4.
Guru menyampaikan ke siswa untuk membahas materi ekosistem karena
pertemuan selanjutnya akan diadakan tes akhir
5.
Guru menginstruksikan ke siswa untuk membuat bagan unsur nitrogen
dan karbon di HVS sebagai penilaian produk untuk pengambilan nilai keterampilan.
6.
Guru menutup pelajaran dengan salam
|
7
menit
|
G.
Penilaian
H.
. Jenis/ Teknik
NO
|
Aspek
|
Teknik
|
Bentuk
Instrumen
|
1
|
Sikap
|
Penilaian diri
dan teman sejawat
|
Lembar
penilaian diri dan teman sejawat
|
2
|
Pengetahuan
|
Tes tertulis
|
Soal pilihan
ganda
|
3
|
Keterampilan
|
Penilaian
produk
|
Lembar
penilaian produk
|
2.
Bentuk Instrumen Penilaian
A. Penilaian Sikap
1.
Penilaian Diri
Nama :
Kelas/Semester :
Petunjuk :berilah tanda centang (√) pada kolom
yang sesuai dengan keadaan dirimu
sebenarnya
Indikator
|
NO
|
Pernyataan
|
Ya
|
Tidak
|
Bekerja sama
|
1
|
Mengusulkan ide kepada kelompok
|
||
2
|
Ikut berdiskusi dalam kelompok
|
|||
3
|
Berpartisipasi dalam membuat kesimpulan
|
|||
Santun
|
4
|
Tidak menertawakan pendapat teman
|
||
5
|
Berkomunikasi dengan bahasa yang tidak menyinggung
perasaan
|
|||
6
|
Tidak menyela pembicaraan teman
|
Keterangan:
pemberian skor jika ya = 1 dan tidak = 0
Nilai
akhir =
x 100
2. Penilaian Teman Sejawat
Nama
Penilai :
Kelas :
Tanggal
Pengamatan :
Petunjuk
Pengisian :berilah tanda centang (√) jika temanmu menunjukkan perilaku yang sesuai dengan pernyataan atau tanda strip
(-) jika temanmu menunjukkan perilaku
yang tidak sesuai dengan pernyataan
Indikator
|
NO
|
Pernyataan
|
Nama
teman yang dinilai
|
||||
Bekerja sama
|
1
|
Mengusulkan ide
kepada kelompok
|
|||||
2
|
Ikut berdiskusi
dalam kelompok
|
||||||
3
|
Berpartisipasi
dalam membuat
kesimpulan
|
||||||
Santun
|
4
|
Tidak Menertawakan
pendapat teman
|
|||||
5
|
Berkomunikasi
dengan bahasa
yang tidak
menyinggung
perasaan
|
||||||
6
|
Tidak menyela
pembicaraan teman
|
||||||
Keterangan:
Skor 1 apabila terdapat tanda
centang (√)
Skor
0 apabila terdapat tanda strip (-)
Nilai
akhir =
x 100
B.
Penilaian pengetahuan
NO
|
SOAL
|
JAWABAN
|
BOBOT
|
1
2
3
4
|
Jelaskan
pengertian sistem immun ?
Sebutkan
dan jelaskan fungsi dari sistem immun.?
Sebutkan
perbedaan antigen dan antibodi.?
Jelaskan
fungsi antigen dan antibodi pada tubuh manusia.?
|
Sistem imun
adalah sistem pertahanan yang melindungi tubuh dari benda asing yang masuk ke
dalam tuuh atau yang di anggap asing oleh tubuh.
Penangkalan “ benda “ asing yang masuk
kedalam tubuh.
Untuk keseimbangan fungsi tubuh
terutama menjaga keseimbangan komponen tubuh yang lebih tua.
Sebagai pendeteksi adanya sel – sel
abnormal,termutasi,atau ganas, serta menghancurkannya.
|
25
25
25
25
|
C.
Penilaian Keterampilan
Mata
Pelajaran : Biologi
Nama
siswa :
Kelas :
Aspek
|
NO
|
Pernyataan
|
Skor
|
|||
1
|
2
|
3
|
4
|
|||
Isi
|
1
|
isi bagan sesuai dengan
tujuan pembelajaran
|
||||
2
|
isi materi benar
|
|||||
3
|
arah tanda panah benar
|
|||||
4
|
Konsep di lengkapi dengan
gambar
|
|||||
5
|
Konsep di beri kolom
|
|||||
Estetika
|
6
|
Bagan diberi warna pada
setiap kolomnya
|
||||
7
|
Kerapian
|
|||||
Kolom
pada tabel diisi dengan tanda centang (√)
Kriteria
pemberian skor:
Pernyataan
|
Rubrik
|
1. Isi bagan sesuai dengan
tujuan pembelajaran
|
4 =apabila isi bagan mencakup semua tujuan pembelajaran
3 =apabila isi bagan yang
dibuat hanya 75% dari tujuan pembelajaran
2 =apabila isi bagan yang
dibuat hanya 50% dari tujuan pembelajaran
1 =apabila isi bagan yang
dibuat hanya 25% dari tujuan pembelajaran
|
2. Isi materi benar
|
4 =apabila isi materi yang
dibuat semuanya benar
3 =apabila hanya 75% isi
materi yang dibuat benar
2 =apabila hanya 50% isi
materi yang dibuat benar
1 =apabila hanya 25% isi
materi yang dibuat benar
|
3. Arah tanda panah benar
|
4 =apabila arah tanda panah
yang dibuat semuanya benar
3 =apabila arah tanda panah
yang dibuat hanya 75% yang benar
2 =apabila arah tanda panah
yang dibuat hanya 50% yang benar
1 =apabila arah tanda panah
yang dibuat hanya 25% yang benar
|
4.Konsep dilengkapi dengan gambar
|
4 =apabila konsep yang dibuat
semuanya di lengkapi dengan gambar
3 =apabila konsep yang dibuat hanya 75% yang dilengkapi dengan gambar
2 =apabila konsep yang dibuat hanya 50% yang dilengkapi dengan gambar
1 =apabila konsep yang dibuat hanya 25% yang dilengkapi dengan gambar
|
5.Konsep diberi kolom
|
4 =apabila semua konsep
diberi kolom
3 =apabila hanya 75% konsep
diberi kolom
2 =apabila hanya 50% konsep
diberi kolom
1 =apabila hanya 25% konsep
diberi kolom
|
6.Bagan diberi warna pada setiap kolomnya
|
4 =apabila semua kolom yang
dibuat diberi warna
3 =apabila hanya 75% kolom
yang dibuat diberi warna
2 =apabila hanya 50% kolom
yang dibuat diberi warna
1 =apabila hanya 25% kolom
yang dibuat diberi warna
|
7. Kerapian
|
4 =apabila kertas bagan diberi
garis pinggir dan tidak terdapat coretan.
3 =apabila kertas bagan tidak
diberi garis pinggir dan tidak terdapat coretan atau apabila kertas bagan
diberi garis pinggir dan terdapat 1-3 coretan
2 =apabila kertas bagan tidak
diberi garis pinggir dan ada 4-6 coretan
1 =apabila kertas bagan tidak
diberi garis pinggir dan ada coretan yang lebih dari 6
|
Nilai
akhir = x 100
Mengetahui Paraman
Ampalu, Juli 2018
Kepala SMAN 1 Gunung Tuleh Guru
Kelas
Drs.ARMAN RISKI
SAPUTRA
NIP. 196407161988031005 NIM.15010134
Lembar diskusi siswa
Diskusikan
lah dengan teman kelompok materi berikut dan kemudian dijelaskan di depan kelas
Mekanisme Pembentukan
Kekebalan Tubuh
Apabila tubuh
mendapatkan serangan dari benda asing maupun infeksi mikroorganisme (kuman
penyakit, bakteri, jamur, atau virus) maka sistem kekebalan tubuh akan berperan
dalam melindungi tubuh dari bahaya akibat serangan tersebut. Ada beberapa macam
imunitas yang dibedakan berdasarkan cara mempertahankan dan berdasarkan cara
memperolehnya. Berdasarkan cara mempertahankan diri dari penyakit, imunitas
dibedakan menjadi dua, yaitu imunitas nonspesifik dan imunitas spesifik. Adapun
berdasarkan cara memperolehnya dibedakan menjadi kekebalan aktif dan kekebalan
pasif. Berikut ini akan dibahas jenis-jenis kekebalan satu persatu dan proses
pembentukan antibodi. Gambar 11.1 di bawah ini akan memperjelas tentang lapisan
pertahanan yang dilakukan oleh tubuh.
1. Imunitas
Nonspesifik
Pertahanan tubuh
terhadap serangan (infeksi) oleh mikroorganisme telah dilakukan sejak dari
permukaan luar tubuh yaitu kulit dan pada permukaan organ-organ dalam. Tubuh
dapat melindungi diri tanpa harus terlebih dulu mengenali atau menentukan
identitas organisme penyerang. Imunitas nonspesifik didapat melalui tiga cara
berikut.
a. Pertahanan yang
Terdapat di Permukaan Organ Tubuh
Tubuh memiliki
daerah-daerah yang rawan terinfeksi oleh kuman penyakit berupa mikroorganisme,
yaitu daerah saluran pernapasan dan saluran pencernaan. Saluran
pencernaan setiap
hari dilewati oleh berbagai macam makanan dan air yang diminum. Makanan tersebut
tidak selalu terbebas dari kuman penyakit baik berupa jamur maupun bakteri
sehingga terinfeksi melalui saluran pencernaan kemungkinannya tinggi.
Perhatikan Gambar 11.1. Berdasarkan gambar tersebut, sistem
pertahanan tubuh dapat dijelaskan sebagai berikut.
1) Jaringan mengalami luka, kemudian mengeluarkan tanda berupa
senyawa kimia yaitu histamin dan senyawa kimia lainnya.
2) Terjadi pelebaran pembuluh darah (vasodilatasi) yang
menyebabkan bertambahnya aliran darah, menaikkan permeabilitas pembuluh darah.
Selanjutnya terjadi perpindahan sel-sel fagosit.
3) Sel-sel fagosit (makrofag dan neutrofil) memakan patogen.
Sinyal kimia yang dihasilkan oleh jaringan yang luka akan
menyebabkan ujung saraf mengirimkan sinyal ke sistem saraf. Histamin berperan dalam
proses pelebaran pembuluh darah. Makrofag disebut juga big eaters karena
berukuran besar, mempunyai bentuk tidak beraturan, dan membunuh bakteri dengan
cara memakannya. Anda dapat mengingat kembali cara makan amoeba, seperti itulah
cara makrofag memakan bakteri