Rabu, 02 Mei 2018

RPP RISKI SAPUTRA


Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
(RPP)


Satuan pendidikan    : SMAN 1 Gunung Tuleh
Mata Pelajaran          : Biologi
Kelas/ Semester         : XI/II
Tahun Pelajaran       :2017/2018                 
Pokok Bahasan         : Sistem pertahanan tubuh ( sistem imun)
Waktu                        :1 x 45 menit (1 X Pertemuan)

A.    Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar

Kompetensi Inti

Kompetensi Dasar

KI 1 : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.

3.14. Mengaplikasikan pemahaman tentang prinsip – prinsip sistem imun untuk meningkatkan kualitas hidup manusia dengan kekebalan yang dimilikinya melalui program imunisasi sehingga dapat terjaga.

KI 2 : Menghayati dan mengamalkan prilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli ( gotong royong, kerja sama, toleran, damai ), santun, responsif, dan proaktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.


KI 3 : Memahami, menerapkan dan menganalisis pengetahuan, faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang seni, budaya , dan humariora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.

KI 4 : Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah kongkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, bertindak secara efektif dan kreatif serta mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan.



B.     Indikator Pencapaian dan Tujuan pembelajaran           
Indikator Pencapaian Kompetensi
Tujuan Pembelajaran
3.14.1. Menjelaskan fungsi sistem pertahanan tubuh

1.Siswa mampu menjelaskan pengertian sistem immun melalui buku pegangan siswa dan LDS

3.14.2. Menjelaskan perbedaan antigen dan antibodi

2.Siswa mampu menjelaskan fungsi dari sistem immun melalui buku pegangan siswa dan LDS

3.14.3. Menjelaskan macam – macam antigen dan antibodi

3. Siswa mampu menjelaskan perbedaan antigen dan antibodi melalui buku pegangan siswa dan  LDS.


4. Siswa mampu menyebutkan macam – macam antigen dan antibodi melalui buku pegangan siswa dan  LDS.


C.    Materi

 Mekanisme Pembentukan Kekebalan Tubuh
 Apabila tubuh mendapatkan serangan dari benda asing maupun infeksi mikroorganisme (kuman penyakit, bakteri, jamur, atau virus) maka sistem kekebalan tubuh akan berperan dalam melindungi tubuh dari bahaya akibat serangan tersebut. Ada beberapa macam imunitas yang dibedakan berdasarkan cara mempertahankan dan berdasarkan cara memperolehnya. Berdasarkan cara mempertahankan diri dari penyakit, imunitas dibedakan menjadi dua, yaitu imunitas nonspesifik dan imunitas spesifik. Adapun berdasarkan cara memperolehnya dibedakan menjadi kekebalan aktif dan kekebalan pasif. Berikut ini akan dibahas jenis-jenis kekebalan satu persatu dan proses pembentukan antibodi.
1. Imunitas Nonspesifik
Pertahanan tubuh terhadap serangan (infeksi) oleh mikroorganisme telah dilakukan sejak dari permukaan luar tubuh yaitu kulit dan pada permukaan organ-organ dalam. Tubuh dapat melindungi diri tanpa harus terlebih dulu mengenali atau menentukan identitas organisme penyerang. Imunitas nonspesifik didapat melalui tiga cara berikut.
a. Pertahanan yang Terdapat di Permukaan Organ Tubuh
Tubuh memiliki daerah-daerah yang rawan terinfeksi oleh kuman penyakit berupa mikroorganisme, yaitu daerah saluran pernapasan dan saluran pencernaan. Saluran
pencernaan setiap hari dilewati oleh berbagai macam makanan dan air yang diminum. Makanan tersebut tidak selalu terbebas dari kuman penyakit baik berupa jamur maupun bakteri sehingga terinfeksi melalui saluran pencernaan kemungkinannya tinggi.
b. Pertahanan dengan Cara Menimbulkan Peradangan (Inflamatori)
Mikroorganisme yang telah berhasil melewati pertahanan di bagian permukaan organ dapat menginfeksi sel-sel dalam organ. Tubuh akan melakukan perlindungan dan pertahanan dengan memberi tanda secara kimiawi yaitu dengan cara sel terinfeksi mengeluarkan senyawa kimia histamin dan prostaglandin. Senyawa kimia ini akan menyebabkan pelebaran pada pembuluh darah di daerah yang terinfeksi. Hal ini akan menaikkan aliran darah ke daerah yang terkena infeksi. Akibatnya daerah terinfeksi menjadi berwarna kemerahan dan terasa lebih hangat. Apabila kulit mengalami luka akan terjadi peradangan yang ditandai dengan memar, nyeri, bengkak, dan meningkatnya suhu tubuh. Jika luka ini menyebabkan pembuluh darah robek maka mastosit akan menghasilkan bradikinin dan histamin. Bradikinin dan histamin ini akan merangsang ujung saraf sehingga pembuluh darah dapat semakin melebar dan bersifat permeabel. Kenaikan permeabilitas kapiler darah menyebabkan neutrofil berpindah dari darah ke cairan luar sel. Neutrofil ini
akan menyerang bakteri yang menginfeksi sel. Selanjutnya, neutrofil dan monosit berkumpul di tempat yang terluka dan mendesak hingga menembus dinding kapiler. Setelah itu, neutrofil mulai memakan bakteri dan monosit berubah menjadi makrofag (sel yang berukuran besar). Makrofag berfungsi fagositosis dan merangsang pembentukan jenis sel darah putih yang lain

1) Jaringan mengalami luka, kemudian mengeluarkan tanda berupa senyawa kimia yaitu histamin dan senyawa kimia lainnya.
2) Terjadi pelebaran pembuluh darah (vasodilatasi) yang menyebabkan bertambahnya aliran darah, menaikkan permeabilitas pembuluh darah. Selanjutnya terjadi perpindahan sel-sel fagosit.
3) Sel-sel fagosit (makrofag dan neutrofil) memakan patogen.
Sinyal kimia yang dihasilkan oleh jaringan yang luka akan menyebabkan ujung saraf mengirimkan sinyal ke sistem saraf. Histamin berperan dalam proses pelebaran pembuluh darah. Makrofag disebut juga big eaters karena berukuran besar, mempunyai bentuk tidak beraturan, dan membunuh bakteri dengan cara memakannya. Anda dapat mengingat kembali cara makan amoeba, seperti itulah cara makrofag memakan bakteri.
Bakteri yang sudah berada di dalam makrofag kemudian dihancurkan dengan enzim lisosom. Makrofag ini juga bertugas untuk mengatasi infeksi virus dan partikel debu yang berada di dalam paru-paru. Sebenarnya di dalam tubuh keberadaan makrofag ini sedikit, tetapi memiliki peran sangat penting. Setelah infeksi tertanggulangi, beberapa neutrofil akhirnya mati seiring dengan matinya jaringan sel dan bakteri. Setelah ini sel-sel yang masih hidup membentuk nanah. Terbentuknya nanah ini merupakan indikator bahwa infeksi telah sembuh. Jadi reaksi inflamatori ini sebagai sinyal adanya bahaya dan sebagai perintah agar sel darah putih memakan bakteri yang menginfeksi tubuh. Selain sel monosit yang berubah
c. Pertahanan Menggunakan Protein Pelindung
Jenis protein ini mampu menghasilkan respons kekebalan, di antaranya adalah komplemen. Komplemen ini dapat melekat pada bakteri penginfeksi. Setelah itu, komplemen menyerang membran bakteri dengan membentuk lubang pada dinding sel dan membran
plasmanya. Hal ini menyebabkan ion-ion Ca+ keluar dari sel bakteri, sedangkan cairan serta garam-garam dari luar sel bakteri akan masuk ke dalam tubuh bakteri. Masuknya cairan dan garam ini menyebabkan sel bakteri hancur. Mekanisme penghancuran bakteri oleh protein

2. Imunitas Spesifik
Imunitas spesifik diperlukan untuk melawan antigen dari imunitas nonspesifik. Antigen merupakan substansi berupa protein dan polisakarida yang mampu merangsang munculnya sistem kekebalan tubuh (antibodi). Mikrobia yang sering menginfeksi tubuh juga mempunyai antigen. Selain itu, antigen ini juga dapat berasal dari sel asing atau sel kanker.
a. Cara Mendapatkan Antibodi
Berdasarkan cara mendapatkan imun atau kekebalan, dikenal dua macam kekebalan, yaitu kekebalan aktif dan pasif.
1) Kekebalan Aktif
Kekebalan aktif terjadi jika seseorang kebal terhadap suatu penyakit setelah diberikan vaksinasi dengan suatu bibit penyakit. Jika kekebalan itu diperoleh setelah orang mengalami sakit karena infeksi suatu kuman penyakit maka disebut kekebalan aktif alami.

2) Kekebalan Pasif
Setiap antigen memiliki permukaan molekul yang unik dan dapat menstimulasi pembentukan berbagai tipe antibodi. Sistem imun dapat merespon berjuta-juta jenis dari mikroorganisme atau benda asing. Bayi dapat memperoleh kekebalan (antibodi) dari ibunya pada saat masih berada di dalam kandungan. Sehingga bayi tersebut memiliki sistem kekebalan terhadap penyakit seperti kekebalan yang dimiliki ibunya. Kekebalan pasif setelah lahir yaitu jika bayi terhindar dari penyakit setelah dilakukan suntikan dengan serum yang mengandung antibodi, misanya ATS (Anti Tetanus Serum). Sistem kekebalan tubuh yang diperoleh bayi sebelum lahir belum bisa beroperasi secara penuh, tetapi tubuh masih bergantung pada sistem kekebalan pada ibunya. Imunitas pasif hanya berlangsung beberapa hari atau beberapa minggu saja.
b. Struktur Antibodi
Setiap molekul antibodi terdiri dari dua rantai polipeptida yang identik, terdiri dari rantai berat dan rantai ringan. Struktur yang identik menyebabkan rantai-rantai polipeptida membentuk bayangan kaca terhadap sesamanya. Empat rantai pada molekul antibodi
dihubungkan satu sama lain dengan ikatan disulfida (–s–s–) membentuk molekul bentuk Y. Dengan membandingkan deretan asam amino dari molekul-molekul antibodi yang berbeda,
menunjukkan bahwa spesifikasi antigen- antibodi berada pada dua lengan dari Y. Sementara cabang dari Y menentukan peran antibodi dalam respon imun. Struktur antibodi dapat Anda amati pada Gambar 11.6 di samping ini untuk memudahkan dalam membayangkan bentuk antibodi.
c. Cara Kerja Antibodi
Cara kerja antibodi dalam mengikat antigen ada empat macam. Prinsipnya adalah terjadi pengikatan antigen oleh antibodi, yang selanjutnya antigen yang telah diikat antibodi akan dimakan oleh sel makrofag. Berikut ini adalah cara pengikatan antigen oleh antibodi.
1) Netralisasi
Antibodi menonaktifkan antigen dengan cara memblok bagian tertentu antigen. Antibodi juga menetralisasi virus dengan cara mengikat bagian tertentu virus pada sel inang. Dengan terjadinya netralisasi maka efek merugikan dari antigen atau toksik dari patogen dapat dikurangi.
2) Penggumpalan
Penggumpalan partikel-partikel antigen dapat dilakukan karena struktur antibodi yang memungkinkan untuk melakukan pengikatan lebih dari satu antigen. Molekul antibodi memiliki sedikitnya dua tempat pengikatan antigen yang dapat bergabung dengan antigen-antigen yang berdekatan. Gumpalan atau kumpulan bakteri akan memudahkan sel fagositik (makrofag) untuk menangkap dan memakan bakteri secara cepat.
3) Pengendapan
Prinsip pengendapan hampir sama dengan penggumpalan, tetapi pada pengendapan antigen yang dituju berupa antigen yang larut. Pengikatan antigen-antigen tersebut membuatnya dapat diendapkan, sehingga selsel makrofag mudah dalam menangkapnya.
4) Aktifasi


D.    Metode pembelajaran
Pendekatan :  Discovery
Model           : Discovery Learning
Metode         : Ceramah, diskusi, tanya jawab

E.     Media
LDS dan power point

F.     Sumber/bahan
Buku Biologi Irnaningtyas. 2013. Biologi Untuk SMA/ MA Kelas XI. Jakarta: Erlangga, Internet, LDS dan Power Point.
Kegiatan
Deskripsi
Alokasi Waktu
A. Pendahuluan
1.  Guru masuk dan memberi salam
2. Guru memeriksa kesiapan tempat pembelajaran baik itu kebersihan maupun kenyamanan
3. Guru menyuruh ketua kelas untuk memimpin do’a
4.  Guru mengcek kehadiran siswa
5. Guru melakukan apersepsi yaitu menanyakan kepada siswa tentang materi sebelumnya yaitu apa yang dimaksud dengan rantai makanan dan jaring-jaring makanan
6. Guru melakukan motivasi: setelah mengajar materi ini, kalian akan mengetahui kenapa oksigen, air tidak pernah habis di bumi ini.
7. Guru menuliskan judul materi pelajaran dan tujuan pembelajaran
8.Guru menjelaskan tahap/langkah model pembelajaran discovery learning disertai video dalam proses pembelajaran.
8 menit
B. Kegiatan Inti
1. Guru membagi siswa dalam beberapa kelompok yang beranggotakan 5-6 orang
2. Guru memberikan 1 lembar double folio untuk masing-masing kelompok untuk menuliskan pertanyaan dan jawaban

3. Stimulation
Guru memberi stimulus/ rangsangan ke siswa dengan menampilkan video pembelajaran yang berkaitan dengan materi sistem imun
5 menit
4. Problem statement
Guru meminta siswa untuk mengidentifikasi masalah sebanyak mungkin yang relevan dengan bahan pelajaran yang didapat dari tayangan video, kemudian salah satunya dipilih yang sesuai dengan tujuan pembelajaran, dan dirumuskan dalam bentuk hipotesis.
5 menit
5. Data collection
Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengumpulkan informasi melalui LDS yang dibagikan
5 menit
6.  Data processing
Guru membimbing siswa dalam mengolah data dan informasi yang didapatkan dan siswa mendiskusikannya dengan kelompoknya
3 menit
7.  Verification
Guru meminta siswa untuk memeriksa kembali jawaban untuk membuktikan benar atau tidaknya hipotesis yang telah ditetapkan, yang didapatkannya dari hasil diskusi kelompok.
4 menit
8.  Generalization
Guru menyuruh siswa untuk mempresentasikan hasil temuannya dan guru memberikan penegasan terhadap jawaban siswa. Setelah presentasi kelompok selesai, guru meminta siswa untuk membuat kesimpulan hasil diskusi kelas dan memperbaiki jika ada yang salah/ kurang dari hasil jawaban yang dibuat sebelumnya.
9. Guru memberikan lembar penilaian diri dan teman sejawat kepada masing-masing siswa, jika telah selesai dikumpulkan lagi ke guru
8 menit
C. Penutup
1.     Guru meminta siswa untuk menyimpulkan materi pelajaran yang telah dibahas
2.     Guru memberikan kuis
3.     Guru menanamkan nilai sikap ke siswa yang berhubungan dengan materi pelajaran yang diajarkan yaitu tumbuhan adalah paru-paru dunia, jadi kita harus menjaga ekosistem hutan agar oksigen yang kita hirup juga sehat.
4.     Guru menyampaikan ke siswa untuk membahas materi ekosistem karena pertemuan selanjutnya akan diadakan tes akhir
5.     Guru menginstruksikan ke siswa untuk membuat bagan unsur nitrogen dan karbon di HVS sebagai penilaian produk untuk pengambilan nilai keterampilan.
6.     Guru menutup pelajaran dengan salam
7 menit

G.    Penilaian
H.    . Jenis/ Teknik
NO
Aspek
Teknik
Bentuk Instrumen
1
Sikap
Penilaian diri dan teman sejawat
Lembar penilaian diri dan teman sejawat
2
Pengetahuan
Tes tertulis
Soal pilihan ganda
3
Keterampilan
Penilaian produk
Lembar penilaian produk


2. Bentuk Instrumen Penilaian
A. Penilaian Sikap     
1. Penilaian Diri

Nama                          :
Kelas/Semester           :
Petunjuk         :berilah tanda centang () pada kolom yang sesuai  dengan keadaan dirimu sebenarnya


Indikator
NO
Pernyataan
Ya
Tidak
Bekerja sama
1
Mengusulkan ide kepada kelompok


2
Ikut berdiskusi dalam kelompok


3

Berpartisipasi dalam membuat kesimpulan


Santun
4
Tidak menertawakan pendapat teman


5
Berkomunikasi dengan bahasa yang tidak menyinggung perasaan


6
Tidak menyela pembicaraan teman


Keterangan: pemberian skor jika ya = 1 dan tidak = 0
Nilai akhir =  x 100
2.        Penilaian Teman Sejawat
Nama Penilai            :
Kelas                        :
Tanggal Pengamatan  :
Petunjuk Pengisian      :berilah tanda centang () jika temanmu  menunjukkan  perilaku  yang sesuai dengan pernyataan atau tanda strip (-) jika temanmu  menunjukkan perilaku yang tidak sesuai dengan pernyataan
Indikator
NO
Pernyataan
Nama teman yang dinilai






Bekerja sama
1

Mengusulkan ide      
kepada kelompok





2

Ikut berdiskusi
dalam kelompok





3


Berpartisipasi
dalam membuat
kesimpulan





Santun
4
Tidak Menertawakan
pendapat teman






5




Berkomunikasi
dengan bahasa
yang tidak  menyinggung
perasaan





6
Tidak menyela
pembicaraan teman





Keterangan:
Skor 1 apabila terdapat tanda centang ()
Skor 0 apabila terdapat tanda strip (-)

Nilai akhir =  x 100
B. Penilaian pengetahuan
NO
SOAL
JAWABAN
BOBOT
1












2



3


4
Jelaskan pengertian sistem immun ?











Sebutkan dan jelaskan fungsi dari sistem immun.?

Sebutkan perbedaan antigen dan antibodi.?

Jelaskan fungsi antigen dan antibodi pada tubuh manusia.?


Sistem imun adalah sistem pertahanan yang melindungi tubuh dari benda asing yang masuk ke dalam tuuh atau yang di anggap asing oleh tubuh.

Penangkalan “ benda “ asing yang masuk kedalam tubuh.
Untuk keseimbangan fungsi tubuh terutama menjaga keseimbangan komponen tubuh yang lebih tua.
Sebagai pendeteksi adanya sel – sel abnormal,termutasi,atau ganas, serta menghancurkannya.


25












25

25


25

C. Penilaian Keterampilan
Mata Pelajaran             : Biologi
Nama siswa                   :
Kelas                             :

Aspek
NO
Pernyataan
Skor

1
2
3
4
Isi

1

isi bagan sesuai dengan tujuan pembelajaran




2
isi materi benar




3
arah tanda panah benar




4
Konsep di lengkapi dengan gambar




5
Konsep di beri kolom




Estetika
6
Bagan diberi warna pada setiap kolomnya




7
Kerapian




Kolom pada tabel diisi dengan tanda centang ()
Kriteria pemberian skor:
Pernyataan
Rubrik
1.  Isi bagan sesuai dengan tujuan pembelajaran
4 =apabila isi bagan mencakup semua tujuan pembelajaran
3   =apabila isi bagan yang dibuat hanya 75% dari tujuan pembelajaran
2   =apabila isi bagan yang dibuat hanya 50% dari tujuan pembelajaran
1   =apabila isi bagan yang dibuat hanya 25% dari tujuan pembelajaran
2. Isi materi benar
4    =apabila isi materi yang dibuat semuanya benar
3    =apabila hanya 75% isi materi yang dibuat benar
2    =apabila hanya 50% isi materi yang dibuat benar
1    =apabila hanya 25% isi materi yang dibuat benar
3. Arah tanda panah benar
4  =apabila arah tanda panah yang dibuat semuanya benar
3  =apabila arah tanda panah yang dibuat hanya 75% yang benar
2  =apabila arah tanda panah yang dibuat hanya 50% yang benar
1  =apabila arah tanda panah yang dibuat hanya 25% yang benar

4.Konsep dilengkapi dengan gambar
4  =apabila konsep yang dibuat semuanya di lengkapi dengan gambar
3 =apabila konsep yang dibuat hanya 75% yang dilengkapi dengan gambar
2 =apabila konsep yang dibuat hanya 50% yang dilengkapi dengan gambar
1 =apabila konsep yang dibuat hanya 25% yang dilengkapi dengan gambar
5.Konsep diberi kolom
4    =apabila semua konsep diberi kolom
3    =apabila hanya 75% konsep diberi kolom
2    =apabila hanya 50% konsep diberi kolom
1    =apabila hanya 25% konsep diberi kolom
6.Bagan diberi warna pada setiap kolomnya
4    =apabila semua kolom yang dibuat diberi warna
3    =apabila hanya 75% kolom yang dibuat diberi warna 
2    =apabila hanya 50% kolom yang dibuat diberi warna
1    =apabila hanya 25% kolom yang dibuat diberi warna
7. Kerapian
4   =apabila kertas bagan diberi garis pinggir dan tidak terdapat coretan.
3   =apabila kertas bagan tidak diberi garis pinggir dan tidak terdapat coretan atau apabila kertas bagan diberi garis pinggir dan terdapat 1-3 coretan
2   =apabila kertas bagan tidak diberi garis pinggir dan ada 4-6 coretan
1   =apabila kertas bagan tidak diberi garis pinggir dan ada coretan yang lebih dari 6

Nilai akhir =  x 100



Mengetahui                                                                     Paraman Ampalu, Juli 2018
Kepala SMAN 1 Gunung Tuleh                                   Guru Kelas



Drs.ARMAN                                                                  RISKI SAPUTRA
NIP. 196407161988031005                                            NIM.15010134




Lembar diskusi siswa
 Diskusikan lah dengan teman kelompok materi berikut dan kemudian dijelaskan di depan kelas

 Mekanisme Pembentukan Kekebalan Tubuh
Apabila tubuh mendapatkan serangan dari benda asing maupun infeksi mikroorganisme (kuman penyakit, bakteri, jamur, atau virus) maka sistem kekebalan tubuh akan berperan dalam melindungi tubuh dari bahaya akibat serangan tersebut. Ada beberapa macam imunitas yang dibedakan berdasarkan cara mempertahankan dan berdasarkan cara memperolehnya. Berdasarkan cara mempertahankan diri dari penyakit, imunitas dibedakan menjadi dua, yaitu imunitas nonspesifik dan imunitas spesifik. Adapun berdasarkan cara memperolehnya dibedakan menjadi kekebalan aktif dan kekebalan pasif. Berikut ini akan dibahas jenis-jenis kekebalan satu persatu dan proses pembentukan antibodi. Gambar 11.1 di bawah ini akan memperjelas tentang lapisan pertahanan yang dilakukan oleh tubuh.
1. Imunitas Nonspesifik
Pertahanan tubuh terhadap serangan (infeksi) oleh mikroorganisme telah dilakukan sejak dari permukaan luar tubuh yaitu kulit dan pada permukaan organ-organ dalam. Tubuh dapat melindungi diri tanpa harus terlebih dulu mengenali atau menentukan identitas organisme penyerang. Imunitas nonspesifik didapat melalui tiga cara berikut.
a. Pertahanan yang Terdapat di Permukaan Organ Tubuh
Tubuh memiliki daerah-daerah yang rawan terinfeksi oleh kuman penyakit berupa mikroorganisme, yaitu daerah saluran pernapasan dan saluran pencernaan. Saluran
pencernaan setiap hari dilewati oleh berbagai macam makanan dan air yang diminum. Makanan tersebut tidak selalu terbebas dari kuman penyakit baik berupa jamur maupun bakteri sehingga terinfeksi melalui saluran pencernaan kemungkinannya tinggi.

Perhatikan Gambar 11.1. Berdasarkan gambar tersebut, sistem pertahanan tubuh dapat dijelaskan sebagai berikut.
1) Jaringan mengalami luka, kemudian mengeluarkan tanda berupa senyawa kimia yaitu histamin dan senyawa kimia lainnya.
2) Terjadi pelebaran pembuluh darah (vasodilatasi) yang menyebabkan bertambahnya aliran darah, menaikkan permeabilitas pembuluh darah. Selanjutnya terjadi perpindahan sel-sel fagosit.
3) Sel-sel fagosit (makrofag dan neutrofil) memakan patogen.
Sinyal kimia yang dihasilkan oleh jaringan yang luka akan menyebabkan ujung saraf mengirimkan sinyal ke sistem saraf. Histamin berperan dalam proses pelebaran pembuluh darah. Makrofag disebut juga big eaters karena berukuran besar, mempunyai bentuk tidak beraturan, dan membunuh bakteri dengan cara memakannya. Anda dapat mengingat kembali cara makan amoeba, seperti itulah cara makrofag memakan bakteri